Posts Tagged ‘narasumber

12
Jul
10

No News is a News

Di saat terjadi peristiwa besar yang terjadi seketika dan di luar dugaan, seperti penangkapan teroris atau kecelakaan kereta api beberapa waktu lalu, media radio tidak ketinggalan mengirimkan tim peliputan untuk memberikan laporan mengenai apa yang terjadi di lapangan.
Dalam keadaan genting seperti ini diperlukan kesiapan dari para reporter – khususnya reporter di daerah di mana peristiwa tersebut terjadi. Untuk peristiwa sejenis ini, bagi saya kecepatan dan kesigapan adalah hal yang tidak bisa di tawar. Sangat disayangkan jika saat mendapat order tentang sebuah peristiwa yang perlu segera diliput, koordinator liputan kesulitan mencari reporter untuk berangkat. Lanjutkan membaca ‘No News is a News’
13
Apr
10

Jurnalistik Topeng

Salah satu TV berita di Indonesia baru-baru ini tersandung kasus rekayasa narasumber yang berawal dari laporan POLRI ke Dewan Pers atas adanya dugaan rekayasa berita di sebuah acara berita pagi 18 Maret 2010.

Menurut polisi, narasumber bertopeng yang muncul dalam acara tersebut adalah seseorang yang dibayar oleh pihak televisi untuk berpura-pura menjadi makelar kasus yang telah beroperasi selama 12 tahun di Mabes Polri. Tentu saja pihak televisi membantah bahwa pihaknya telah membuat rekayasa terhadap berita.

Banyak spekulasi yang muncul dari kasus ini. Ada yang menduga, kasus ini sengaja dilempar untuk menjatuhkan nama baik stasiun televisi tersebut atau komentar yang mengatakan bahwa stasiun televisi itu menjadi pelanduk yang ada ditengah dua gajah yang sedang bertarung.

Di luar benar tidaknya isu yang beredar, bagi saya, stasiun televisi itu kurang mempertimbangkan resiko dari apa yang mereka lakukan. Di satu sisi, media memang wajib melindungi identitas narasumber jika diperlukan dan atas permintaan narasumber. Namun di sisi lain, media bisa dituduh menyajikan informasi yang tidak jelas jika dengan sengaja mengaburkan narasumber – termasuk dengan menutupi wajah narasumber menggunakan topeng, menyembunyikan wajar narasumber, hingga memodifikasi suara narasumber dengan menggunakan voice processor. Lanjutkan membaca ‘Jurnalistik Topeng’

21
Okt
09

Cara mudah menulis berita online

Saat ini banyak radio yang memiliki website. Biasanya, website radio berisi profil perusahaan, data komersial, data penyiar dan tangga lagu atau berbagai hal lainnya. Bagi radio berita, biasanya mereka juga melengkapi websitenya dengan berita online. Apakah menulis berita online sama seperti menulis berita untuk radio? Kali ini saya ingin membagi kiat menulis berita online sederhana agar bisa langsung dipraktekkan oleh rekan-rekan yang baru mulai belajar membuat berita online.

Lanjutkan membaca ‘Cara mudah menulis berita online’

03
Mar
09

News Digging

Di lapangan, seorang reporter yang kurang persiapan akan bingung dan bahkan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Untuk menghindari hal ini, maka seorang reporter sangat dianjurkan untuk melakukan persiapan sebelum terjun ke lapangan. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah melalui “penggalian berita”.

Ada beberapa sarana yang bisa digunakan untuk menggali berita lebih dalam:

Lanjutkan membaca ‘News Digging’

05
Feb
09

Menempatkan Pernyataan Narasumber

Dalam tulisan terdahulu, saya sedikit memaparkan pentingnya cuplikan wawancara dengan sumber terkait dan atmosphere / suasana yang terekam dalam sebuah laporan berita radio, untuk menunjukkan kebenaran sebuah peristiwa. Dengan menempatkan pernyataan sumber berita, berita kita akan memiliki kekuatan lebih.

Disamping suara / audio, pernyataan dari sumber berita bisa juga kita kutip sampaikan di awal, tengah maupun akhir sebuah laporan. Perlu diperhitungkan agar kutipan yang kita sampaikan isinya tidak sama persis dengan potongan suara narasumber yang akan kita siarkan. Misalnya, jika dalam wawancara dengan sebuah sumber kita mendapatkan bahasan A, B, C kita bisa mengutip pernyataan narasumber mengenai point A di awal laporan, kemudian memutar sebagian suara narasumber saat membahas point B dan mengakhiri laporan kita dengan mengutip point C.

Lanjutkan membaca ‘Menempatkan Pernyataan Narasumber’

07
Jan
09

Ditolak Narasumber

Sebagian dari kita tentu sudah pernah mengalami bagaimana rasanya ditolak. Bisa jadi respon dari kita adalah kecewa, putus semangat, jengkel dan berbagai perasaan negatif lainnya. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, penolakan juga sering kita alami pada saat kita menghadapi sumber berita.

Saat ditugaskan untuk meliput peristiwa penting atau mewawancarai narasumber kunci, reporter kita ternyata kembali dengan tangan kosong karena narasumber yang menjadi target menolak untuk diwawancara. Seperti kita ketahui, bahwa narasumber memiliki hak untuk diam, tidak menjawab, dan menolak diwawancara. Apa yang harus kita lakukan jika kita tidak mendapatkan statement sementara deadline semakin mengejar kita? Apakah kita harus memilih tidak menyiarkan berita ini?

Lanjutkan membaca ‘Ditolak Narasumber’

25
Nov
08

Meliput konferensi pers

Konferensi pers adalah salah satu sumber berita kita. Seringkali konferensi pers digunakan oleh perusahaan, birokrat, organisasi, bahkan siapapun termasuk selebriti yang makin sering mengadakan konferensi pers untuk menceritakan urusan rumah tangganya, atau politisi yang sedang gencar mencari suara untuk menghadapi pemilu 2009.

Secara umum, konferensi pers tidak bisa dipisahkan dari tujuan mempromosikan sesuatu, entah diri mereka ataupun produk dan gagasan yang mereka miliki. Untuk itu, kta perlu bersikap skeptis dan memutuskan menugaskan reporter untuk meliput sebuah konferensi pers hanya jika memiliki nilai berita.

Perlu diingat, yang akan menjadi berita adalah dampak dari konferensi pers tersebut, bukannya konferens pers itu sendiri.

Lanjutkan membaca ‘Meliput konferensi pers’

22
Okt
08

Hak Tolak

Hari ini saya mendapatkan kesempatan mempraktekkan salah satu teori jurnalistik, yaitu kewajiban untuk melindungi identitas narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya. Selain itu, saya juga mendapatkan pelajaran baru, mengenai apa yang disebut sebagai Hak Tolak.

Kasus ini berawal dari adanya kritik dari salah satu pendengar yang disampaikan melalui sebuah radio. Pendengar tersebut mengkritisi kinerja dari salah satu lembaga hukum di kotanya. Berkaitan dengan fakta / data yang disampaikan, si pendengar meminta identitasnya tidak diekspos. Sebagai media, tentunya radio harus berkomitmen untuk melindungi narasumbernya.

Lanjutkan membaca ‘Hak Tolak’

09
Sep
08

Seminar on the Air (The Secret on Radio)

Seminar di radio? Ya! Seminar di radio sudah seringkali dilakukan oleh Radio PASFM, dimana pembicara datang ke studio untuk menjadi narasumber di radio dan pesertanya adalah siapa saja yang bisa mendengarkan siaran ini.

Berbeda dengan seminar biasa, seminar on the air memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah: gratis dan lebih simple karena peserta seminar tidak perlu meninggalkan kesibukannya dan tidak perlu datang ke tempat seminar. Yang perlu dilakukan hanyalah mendengarkan radio.

Seperti halnya seminar konvensional, dalam seminar on the air pembicara akan memaparkan berbagai hal berkaitan dengan topik yang diangkat, dan akan disediakan waktu khusus untuk bertanya-jawab. Pendengar bisa bertanya langsung dengan pembicara baik melalui sambungan telepon maupun dengan mengirimkan sms.

Lanjutkan membaca ‘Seminar on the Air (The Secret on Radio)’

02
Sep
08

Membuat Lead Berita

Nasib dari berita atau informasi yang kita tawarkan kepada pendengar, sangat tergantung pada segerombolan kata-kata yang membentuk tautan kalimat di awal berita kita. Semakin menarik pemilihan, penggunaan dan penyusunan kata-katanya, peluang berita kita untuk didengar oleh masyarakat akan menjadi semakin besar.

Lead berita atau kalimat pembuka, memegang peranan penting dalam sebuah berita. Kita harus membuat lead yang mampu menarik perhatian pendengar, yang mampu membuat mereka untuk mendengarkan berita kita lebih jauh.

Lanjutkan membaca ‘Membuat Lead Berita’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 573.244 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s

T o p P o s t s