Posts Tagged ‘media

15
Jul
11

Pemenang Indonesia Radio Awards 2011

PPMN – Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, kembali menganugrahkan Indonesia Radio Awards – penghargaan untuk insan radio, mulai dari mereka yang bergelut dengan pemberitaan, program dan iklan radio. Berikut ini daftar peraih Indonesia Radio Awards untuk tahun 2011. Selamat bagi para pemenang dan teruslah berkarya! Untuk pembaca blog ini, semoga bisa mendapatkan inspirasi dari karya-karya radio yang menjadi pemenang ini:

Jusuf Ronodipuro Award
Kategori Feature Jurnalistik Lanjutkan membaca ‘Pemenang Indonesia Radio Awards 2011’

15
Mar
11

Think the Unthinkable

Persaingan media (termasuk radio) dalam memperebutkan income untuk saat ini dan masa depan, akan semakin ketat. Internet dan mobile gadget yang selama ini dianggap hanya sebagai alat atau bahkan sekedar mainan, diam-diam menggerogoti pasar sumber pemasukan utama bagi media konvensional, yaitu iklan.

Internet, untuk saat ini sudah tidak bisa kita artikan hanya sekedar situs berita atau radio / video streaming. Saat ini semakin banyak orang mengenal internet, didukung semakin murahnya harga berlangganan internet, murahnya perangkat komputer, dan semakin mudahnya untuk mendapatkan sambungan internet. Dalam strata paling Lanjutkan membaca ‘Think the Unthinkable’

06
Jan
11

Memenangkan Pendengar

Survey pendengar, hal yang tidak asing bagi orang radio. Melalui survey pendengar kita bisa mengetahui apa yang disuka dan diinginkan oleh pendengar hingga mengetahui kondisi persaingan antara radio kita dan kompetitor. Hasil survey membantu kita untuk mengatur langkah selanjutnya agar dapat memenangkan pasar pendengar.

Semakin ketatnya persaingan antar radio dan kebutuhan radio untuk mengetahui hasil survey yang lebih detail, menantang Arbitron – sebuah lembaga survey di Amerika untuk menciptakan sistem survey PPM – Portable Lanjutkan membaca ‘Memenangkan Pendengar’

03
Nov
10

Meneropong Liputan Bencana

Tulisan ini adalah pandangan subyektif saya pribadi saat menonton pemberitaan mengenai bencana di televisi. Performance sejumlah reporter dalam memberikan laporan bencana, khususnya bencana letusan Gunung Merapi, seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. Apakah mungkin reporter-reporter yang diturunkan untuk meliput bencana adalah reporter yunior? Ada beberapa hal yang seharusnya segera dievaluasi dan bisa di jadikan contoh bagi jurnalis radio agar hal yang sama tidak terulang.

1. Tidak runtut dalam menyampaikan laporan
Laporan yang dituturkan tidak rapi atau kadang penuturan berulang-ulang menyampaikan sesuatu yang sudah disampaikan dalam 2 – 3 kalimat sebelumnya. Penuturan semakin berantakan saat reporter harus menyampaikan laporan disaat yang bersangkutan mengalami kepanikan. Hal ini seharusnya bisa dihindari jika reporter mau meluangkan waktu beberapa saat sebelum waktu siaran langsung yang sudah disepakati bersama untuk Lanjutkan membaca ‘Meneropong Liputan Bencana’

27
Okt
10

Digital Convergence

Tahun ini, Voice of America – VOA kembali menyelenggarakan Affiliates Conference, sebuah konferensi bagi radio, televisi dan online yang menjadi mitra dalam menyiarkan acara-acara VOA.

Konferensi yang kali ini diselenggarakan di Bandung, mengangkat topik yang belakangan menjadi trend di kalangan media seluruh dunia, Digital Convergence 101: The Challenge of New Media.

Undangan dari VOA yang mengajak saya untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman media, mengingatkan saya dengan tren yang terjadi beberapa tahun silam saat era internet mulai mewabah di Indonesia. Saat itu tarif berlangganan internet masih mahal, namun pendengar di sejumlah radio Lanjutkan membaca ‘Digital Convergence’

24
Okt
10

Keberpihakan Media

Sebagian orang menilai, sejumlah media di Indonesia saat ini sudah tidak netral lagi. Tentu saja hal ini berkaitan dengan situasi politik yang ada di Indonesia. Padahal semestinya, media bisa berdiri diluar lingkaran politik itu agar netralitasnya tetap bisa terjaga. Menurut sejumlah pengamat, hal ini diakibatkan oleh faktor kepemilikan dari sejumlah media besar di Indonesia.

Melihat kondisi ini, seperti yang ditulis oleh detik.com, aktivis Lembaga Konsumen Media – Srikir Syah – Lanjutkan membaca ‘Keberpihakan Media’

12
Jul
10

No News is a News

Di saat terjadi peristiwa besar yang terjadi seketika dan di luar dugaan, seperti penangkapan teroris atau kecelakaan kereta api beberapa waktu lalu, media radio tidak ketinggalan mengirimkan tim peliputan untuk memberikan laporan mengenai apa yang terjadi di lapangan.
Dalam keadaan genting seperti ini diperlukan kesiapan dari para reporter – khususnya reporter di daerah di mana peristiwa tersebut terjadi. Untuk peristiwa sejenis ini, bagi saya kecepatan dan kesigapan adalah hal yang tidak bisa di tawar. Sangat disayangkan jika saat mendapat order tentang sebuah peristiwa yang perlu segera diliput, koordinator liputan kesulitan mencari reporter untuk berangkat. Lanjutkan membaca ‘No News is a News’
16
Jun
10

Bola 2010

Media tidak bisa lepas dari pemberitaan Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan. Kejuaraan sepak bola sedunia ini memang diminati oleh banyak orang, seperti yang diungkap dalam survey Nielsen:

“In the Asia Pacific region, Indonesians declares themselves the most avid followers of football with more than half (54%) saying they are fans of the game, followed by Vietnamese (52%) and Indians (47%).  But the appeal of the World Cup finals appears to reach far beyond football’s usual fan base – the Nielsen figures reveal that in all Asia Pacific countries, intent to follow the World Cup is much higher than the traditional football fan base.  Countries with the highest level of intent to follow the finals were South Korea (76%), Vietnam (68%) and China (65%).” Lanjutkan membaca ‘Bola 2010’

19
Mei
10

Media Hoax ???

Kemarin sempat mendapat kabar duka dari sebuah media online dan televisi berita, bahwa seorang seniman besar Indonesia meninggal dunia. Namun beberapa waktu kemudian, berita tersebut diralat karena sang seniman masih hidup meskipun dirawat di sebuah rumah sakit.

Menurut saya, kesalahan media online dan televisi tersebut adalah tidak melakukan recheck saat mendapatkan informasi. Seharusnya, media tersebut bisa merubah isu menjadi fakta jika mau menunda sejenak nafsu untuk menjadi yang tercepat dalam menyajikan berita.

Saya membandingkan dengan apa yang dilakukan oleh rekan-rekan di sejumlah radio, begitu mereka menerima informasi tersebut, yang mereka lakukan adalah melakukan Lanjutkan membaca ‘Media Hoax ???’

07
Apr
10

Radio 2.0 is NOW!

Facebook, nama yang tidak asing lagi. Di awal mengenal situs jejaring sosial ini sekitar 2 hingga 3 tahun lalu, Facebook masih beranggotakan mereka dari kalangan usia dewasa muda sekitar usia 20an tahun keatas. Sedangkan mereka yang dari kalangan remaja, masih bermain di Friendster. Seiring dengan waktu, jumlah anggota Facebook semakin bertambah banyak dan pasarnya pun semakin luas, mulai dari anak SD hingga kakek-nenek, mulai dari penjual koran hingga pemilik perusahaan besar.
Perkembangan ini didukung dengan semakin mudah dan semakin murahnya akses internet, membanjirnya handphone murah buatan China dan tentunya promosi gencar dari hampir semua operator selular yang memasukkan feature facebook sebagai salah satu nilai jual dalam program bundling yang mereka tawarkan.
Banyak orang tertarik dengan Facebook, karena Facebook berhasil Lanjutkan membaca ‘Radio 2.0 is NOW!’



B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 573.244 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s

T o p P o s t s