Posts Tagged ‘laporan

03
Nov
10

Meneropong Liputan Bencana

Tulisan ini adalah pandangan subyektif saya pribadi saat menonton pemberitaan mengenai bencana di televisi. Performance sejumlah reporter dalam memberikan laporan bencana, khususnya bencana letusan Gunung Merapi, seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. Apakah mungkin reporter-reporter yang diturunkan untuk meliput bencana adalah reporter yunior? Ada beberapa hal yang seharusnya segera dievaluasi dan bisa di jadikan contoh bagi jurnalis radio agar hal yang sama tidak terulang.

1. Tidak runtut dalam menyampaikan laporan
Laporan yang dituturkan tidak rapi atau kadang penuturan berulang-ulang menyampaikan sesuatu yang sudah disampaikan dalam 2 – 3 kalimat sebelumnya. Penuturan semakin berantakan saat reporter harus menyampaikan laporan disaat yang bersangkutan mengalami kepanikan. Hal ini seharusnya bisa dihindari jika reporter mau meluangkan waktu beberapa saat sebelum waktu siaran langsung yang sudah disepakati bersama untuk Lanjutkan membaca ‘Meneropong Liputan Bencana’

05
Feb
09

Menempatkan Pernyataan Narasumber

Dalam tulisan terdahulu, saya sedikit memaparkan pentingnya cuplikan wawancara dengan sumber terkait dan atmosphere / suasana yang terekam dalam sebuah laporan berita radio, untuk menunjukkan kebenaran sebuah peristiwa. Dengan menempatkan pernyataan sumber berita, berita kita akan memiliki kekuatan lebih.

Disamping suara / audio, pernyataan dari sumber berita bisa juga kita kutip sampaikan di awal, tengah maupun akhir sebuah laporan. Perlu diperhitungkan agar kutipan yang kita sampaikan isinya tidak sama persis dengan potongan suara narasumber yang akan kita siarkan. Misalnya, jika dalam wawancara dengan sebuah sumber kita mendapatkan bahasan A, B, C kita bisa mengutip pernyataan narasumber mengenai point A di awal laporan, kemudian memutar sebagian suara narasumber saat membahas point B dan mengakhiri laporan kita dengan mengutip point C.

Lanjutkan membaca ‘Menempatkan Pernyataan Narasumber’

22
Agu
08

Menulis berita online

Selama ini radio mengklaim bisa menjadi media yang tercepat dalam menyajikan berita. Statement ini memang didukung dengan proses produksi berita radio yang jauh lebih simple dibandingkan dengan media yang lainnya. Hanya dengan bermodalkan alat rekam dan telpon genggam, seorang reporter radio bisa menginformasikan sesegera mungkin sesaat setelah sebuah peristiwa terjadi. Penyiarannya pun bisa dilakukan kapan saja, dengan hanya mempertimbangkan tingkat urgency dan kepentingan dari laporan tersebut.

Namun belakangan ini, klaim sebagai media penyaji berita tercepat perlu dipertanyakan. Televisi, juga sudah melakukan hal yang serupa. Untuk berita-berita yang membutuhkan kecepatan, meski belum mendapatkan visualisasi televisi bisa menayangkan suara reporternya dilengkapi dengan tampilan foto sang reporter. Televisi juga sudah mulai berani memotong acaranya kapanpun jika ada informasi penting.

Lanjutkan membaca ‘Menulis berita online’

11
Jul
08

Memaksimalkan peran produser

Suatu hari di radio Antah Berantah FM seorang penyiar berdialog dengan bos kecil-nya.
DJ (penyiar): Pak, saya pulang dulu ya…
PD (manager siaran): Lho bukannya jam 14 – 17 nanti giliranmu menjadi produser?
DJ : Tenang pak, tadi semua sudah saya cek dan pastikan beres. Nanti siaran saya pantau dari rumah.
PD : ????

Di radio yang berbeda, seorang bos kecil sedang disidang oleh bos besar karena talk show yang pagi tadi disiarkan secara langsung tidak sesuai dengan standar siaran yang sudah ditentukan.
SM (Station Manager) : Kenapa talk show tadi pagi pembicaraannya melenceng dari yang sudah disepakati? Apa penyiarnya tidak mempersiapkan question list? Kenapa narasumber menyapa pendengar dengan call listener kompetitor? Apa narasumber tidak dibriefing dulu? Lanjutkan membaca ‘Memaksimalkan peran produser’

12
Feb
08

Soundbite

mic Wikipedia: In film and broadcasting, a sound bite is a very short piece of a speech taken from a longer speech or an interview in which someone with authority or the average “man on the street” says something which is considered by those who edit the speech or interview to be the most important point.

Masih banyak reporter radio yang menyampaikan laporan tanpa dilengkapi dengan soundbite. Dari awal sampai akhir laporan yang terdengar hanya suara reporter menceritakan kejadian yang diliputnya. Dia tidak sadar bahwa tanpa soundbite, laporan yang disampaikannya menjadi tidak sempurna.

Lanjutkan membaca ‘Soundbite’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 573.000 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s