Posts Tagged ‘durasi

10
Jun
08

Membuat Sandiwara Radio

Pembuatan sandiwara radio harus mempertimbangkan perbedaan fungsi mata (visual) dan telinga (audio) dimana mata lebih kritis sedangkan telinga lebih menggugah perasaan / imajinasi. Dengan demikian naskah sandiwara radio dibuat dengan dialog-dialog yang ditujukan untuk menggugah imajinasi pendengar.

Lanjutkan membaca ‘Membuat Sandiwara Radio’

23
Mei
08

Profesional yang tidak profesional

Cetak Untuk Koran

Kamis 22 Mei 2008, PASFM Radio Bisnis Jakarta menyelenggarakan bincang-bincang seputar saham di Hotel Sahid Jakarta, dengan topik “Peta Ekonomi dan Investasi Indonesia. Talkshow yang dimulai jam 7 malam ini dihadiri oleh sekitar 100 orang pelaku bisnis dan pemain saham.

Narasumber yang diundang untuk berbicara pun tidak main-main, yaitu Erry Firmansyah direktur utama BEI (Bursa Efek Indonesia) dan Jos Parengkuan, presiden direktur Syailendra Capital.

Menjelang jam 7 malam teman-teman di lapangan mulai panik, karena ternyata orang nomor satu di lantai bursa Indonesia, Erry Firmansyah belum Lanjutkan membaca ‘Profesional yang tidak profesional’

09
Mei
08

Wawancara untuk radio

Berdasarkan lokasi, wawancara bisa digolongkan menjadi dua macam, yaitu di dalam studio dan di luar studio. Masing-masing memiliki kesulitannya sendiri, sehingga jika reporter tidak memahami medan, bisa jadi akan mendatangkan masalah. Apa saja yang termasuk dalam wawancara di luar studio dan apa saja yang digolongkan sebagai wawancara di dalam studio? Apa saja yang perlu diperhatikan?

 

Lanjutkan membaca ‘Wawancara untuk radio’

14
Mar
08

Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C (bagian 1)

¬†Sebagai media audio, radio memiliki tantangan lebih untuk menyajikan informasi yang kredibel dan bisa dicerna dengan benar oleh pendengar tanpa distorsi. Radio yang mengandalkan telinga pendengar, juga sering disebut sebagai ‘half ears media’ atau media sambil lalu karena untuk mendengarkan radio, bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan yang lain.

Dengan demikian, kredibilitas tidak dapat ditawar dan harus dijaga. Kredibilitas atau saya sebut sebagai C besar (diambil dari huruf depan Credibility), bisa dicapai jika berita yang kita sampaikan memenuhi unsur a, b dan c.

Lanjutkan membaca ‘Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C (bagian 1)’

07
Mar
08

Teknik penulisan naskah berita radio

mic2 Meskipun merupakan media audio, naskah dan berita radio tidak lepas dari tulis menulis. Hanya saja teknik dan bentuk tulisannya sangat berbeda dengan pembuatan naskah berita media cetak.

Karena radio mengandalkan telinga pendengar yang kemampuannya terbatas, maka tulisan yang disampaikan harus singkat namun jelas. Dalam teori penulisan berita radio, disebut KISS – Keep It Short and Simple. Agar tidak kaku dan enak didengar, untuk menulis naskah berita radio harus menggunakan bahasa tutur atau bahasa percakapan.

Hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam menulis naskah dan berita radio adalah:

Lanjutkan membaca ‘Teknik penulisan naskah berita radio’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 572.566 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s