Posts Tagged ‘announcer

03
Jan
12

Belajar Siaran ala Raja George VI

Banyak teman-teman penyiar bertanya, bagaimana cara mengatasi salah ucap atau kesleo lidah saat siaran. Sepertinya, apa yang kita alami ini juga dialami oleh Raja George ke 6 yang menderita gagap jika berbicara di depan banyak orang. Penyakit ini menjadi kendala baginya, saat raja Inggris di era 1930an ini harus menyampaikan pesan melalui siaran radio ataupun saat berpidato didepan banyak orang. Perjuangannya untuk berlatih agar bisa berbicara lancar di depan mic dikisahkan dalam film The King’s Speech yang meraih piala Oscar ke 83 di tahun 2011 lalu. Klimax dari film ini adalah siaran radio pada tanggal 3 September 1939, dimana raja George ke 6 mengumumkan melalui radio bahwa pemerintah Inggris memutuskan untuk ikut terlibat dalam perang yang kemudian hingga sekarang kita kenal sebagai perang dunia ke 2. Lanjutkan membaca ‘Belajar Siaran ala Raja George VI’

29
Okt
08

PRIVATE ANNOUNCER

ditulis oleh: Huria Ulfa

Saya ingin manambahkan sedikit ilustrasi saat penyiar melakukan tugasnya. Dalam beberapa tulisan, saya setuju dengan cara penyampaian informasi oleh seorang penyiar secara one by one kepada pendengar. Artinya bahwa penyiar memvisualisasikan dirinya sedang berbicara kepada seorang pendengar atau sekelompok kecil pendengar, bukan kepada banyak pendengar saat berbicara atau menyampaikan informasi kepada pendengar. Hal ini bertujuan untuk menyentuh pendengar secara personal, dan bila ini divisualisasikan, bagi pendengar akan terasa bahwa penyiar sedang berbicara kepada diri pendengar. Dan pendengar pun akan merasa sedang diajak berbicara secara pribadi. Bagi seorang yang sudah menjadi penyiar, hal ini akan mudah dibayangkan.

Sentuhan pribadi bagi pendengar akan terasa nyaman, bila diperlakukan secara private, dan akhirnya dapat mensugesti pendengar dengan apa yang disampaikan seorang penyiar. Salah satu caranya adalah mengenal dan memahami target audience. Siapa yang diajak berbicara, dan apa yang sedang dibicarakan. Pemilihan Lanjutkan membaca ‘PRIVATE ANNOUNCER’

08
Mei
08

Controlling & Monitoring

Ditulis oleh : Yoghie Riezaldy

Dalam menjalankan rutinitas sebagai manager dalam dunia broadcasting,  ‘controlling’ dan ‘monitoring’ sudah menjadi kebutuhan primer yang musti dikedepankan. Bukan seorang manager radio jika dalam kesehariannya tidak mengetahui running on air anak buahnya. Jika tidak mengetahui running on air program secara keseluruhan, setidaknya harus paham dan mengerti betul  kendala apa saja yang dialami announcer selama on air.

Manager harus siap dengan berbagai langkah antisipasi yang tepat bagi announcer yang terkadang memiliki kelemahan dalam menangani kendala di saat siaran. Dengan kontrol yang teratur serta pemantauan yang jeli, seorang manager siaran akan sangat terbantu dalam menciptakan antisipasi jika terjadi sebuah kekeliruan dan masalah. Perlu diingat, fungsi seorang manager selain berkaitan dengan mengatur sumber daya manusia dan infrastruktur yang ada, dia juga harus bisa meminimalisir kendala dan kesalahan yang bisa terjadi saat on air. Lanjutkan membaca ‘Controlling & Monitoring’

05
Mei
08

Dewa Dewi Kejujuran

Ditulis oleh: Yoghie Riezaldi

Sebenarnya semua mahluk di bumi ini tahu persis kalau kejujuran itu sangatlah penting. Semua tahu bahwa kejujuran adalah modal utama untuk mendapatkan kepercayaan, semua juga tahu kalau kejujuran sangat mempengaruhi pola pikir kita. Namun meskipun semua tahu kejujuran begitu mahal dan berharga, seringkali orang melupakan kekuatan dari kejujuran. Akhirnya mereka terjerembab bahkan mati oleh fakta kekuatan kejujuran ini. Kejujuran bukan hanya berkutat pada dunia keagamaan saja, namun dalam dunia broadcasting pun kejujuran tetap menjadi sesuatu yang primer.

Lanjutkan membaca ‘Dewa Dewi Kejujuran’

16
Feb
08

Tips memaksimalkan performance penyiar

1_852670205l Kiat mendapatkan penyiar yang baik telah saya tulis dalam posting saya yang lalu. Selanjutnya adalah tugas kita untuk terus melatih mereka agar bisa menjadi penyiar yang handal. Kita juga harus terus menerus memotivasi penyiar agar tidak berhenti mengembangkan diri. Jika mereka lalai sedikit saja, karier mereka akan terhenti karena selain harus bersaing merebut pendengar, penyiar radio juga harus berlomba dengan waktu. Penyiar yang tidak terus melakukan pengembangkan diri akan menjadi penyiar yang out of date, basi dan akhirnya ditinggal pendengarnya.

Apa yang perlu dilakukan agar performa seorang penyiar semakin berkembang?

Lanjutkan membaca ‘Tips memaksimalkan performance penyiar’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 573.000 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s