Archive for the 'sales' Category

13
Agu
11

KENAPA HARUS BERIKLAN LEWAT RADIO

Ditulis oleh Erwin Dahri Iswanto – Broadcast Service Officer 99.6 FM Radio BimaSakti Kebumen.

Kebanyakan orang mendengarkan radio setiap hari, jika tidak setiap minggu.

Radio menjangkau orang-orang di tempat kerja dan mendengarkan radio pada saat-saat terakhir ketika mereka hendak membeli sesuatu.

Radio merupakan media lokal. Kekuatan radio muncul dengan adanya keterlibatan komunitas, topik-topik lokal, dan penyajian informasi untuk pendengar. Tak ada media lain yang mampu menyentuh konsumen seperti radio. Lanjutkan membaca ‘KENAPA HARUS BERIKLAN LEWAT RADIO’

15
Mar
11

Think the Unthinkable

Persaingan media (termasuk radio) dalam memperebutkan income untuk saat ini dan masa depan, akan semakin ketat. Internet dan mobile gadget yang selama ini dianggap hanya sebagai alat atau bahkan sekedar mainan, diam-diam menggerogoti pasar sumber pemasukan utama bagi media konvensional, yaitu iklan.

Internet, untuk saat ini sudah tidak bisa kita artikan hanya sekedar situs berita atau radio / video streaming. Saat ini semakin banyak orang mengenal internet, didukung semakin murahnya harga berlangganan internet, murahnya perangkat komputer, dan semakin mudahnya untuk mendapatkan sambungan internet. Dalam strata paling Lanjutkan membaca ‘Think the Unthinkable’

24
Jan
09

Kerikil di Tahun Kerbau 2009

Memeriahkan datangnya tahun baru imlek 2560 pada tanggal 26 Januari 2009, saya mengangkat tulisan “biang penasaran” Kafi Kurnia yang beberapa waktu lalu juga sempat beliau sampaikan dalam sebuah talkshow di PASFM Semarang dan Yasika Jogja. Seberat apapun tahun 2009 / 2560, roda kehidupan terus bergulir. Tidak penting apakah posisi kita di atas atau di bawah, yang terpenting roda itu terus berputar. Gong Xie Fat Choi!

ditulis oleh Kafi Kurnia

Dalam hari-hari menjelang tahun baru 2009, saya di interview beberapa wartawan. Topiknya tentang prediksi dan ramalan bisnis di tahun 2009. Kepada mereka saya mengutarakan prediksi yang optimis dan positif-positif saja. Umumnya mereka tertawa, menganggap ramalan saya hanya gertakan untuk memotivasi sikap semua orang agar tetap punya harapan menghadapi “kemungkinan masa-masa sulit 2009”. Karena opini publik dan berita dikoran akhir-akhir ini semuanya sangat suram dan juga negatif semua. Terus terang hati saya jadi tidak tentram. Menghadapi sekian banyak enerji negatif disekeliling saya.

Lanjutkan membaca ‘Kerikil di Tahun Kerbau 2009’

01
Des
08

2009 kemarau bagi industri media

Berita di bawah ini harus menjadi tantangan bagi kita praktisi media untuk putar otak adu kreativitas baik dalam menciptakan program siaran yang menarik, paket penjualan yang menarik pemasang iklan dan bersama-sama mengencangkan ikat pinggang agar kemarau tidak memakan korban.

Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa

Dampak krisis keuangan bukan hanya menghantam sektor manufaktur, perbankan, properti dan sebagainya namun juga berpotensi menghantam sektor media massa. Belanja iklan pada tahun 2009 diprediksi akan melorot tajam seiring efisiensi perusahaan pemasang iklan.
Demikian disampaikan oleh Presiden Asosiasi Periklanan Dunia atau International Advertising Association (IAA) Indra Abidin saat dihubungi detikFinance, Senin (1/12/2008).
“Belanja iklan di tahun depan agak sulit, akhir-akhir ini saja cukup memprihatinkan, saya melihat tidak akan ada peningkatan. Perusahaan yang tidak hati-hati bisa mengambil keputusan demikian (PHK),” ungkapnya.

Lanjutkan membaca ‘2009 kemarau bagi industri media’

29
Nov
08

2009, optimis / pesimis?

Marketing Research Indonesia – MRI baru-baru ini telah melakukan sebuah penelitian, untuk mengetahui sejauh mana kekhawatiran masyarakat (Jakarta) terhadap terjadinya tsunami ekonomi.

Dari hasil riset tersebut diketahui, bahwa masalah-masalah yang menjadi perhatian masyarakat adalah pengangguran (31%), peningkatan harga (24%) dan masalah keamanan (20%). Mayoritas (85%) masyarakat yakin bahwa krisis ekonomi global ini akan membawa dampak negatif terhadap Indonesia. Mereka (61%) juga menunjukkan ketidak puasan terhadap tindakan pemerintah dalam berupaya mengatasi dampak dari imbas krisis terhadap Indonesia. Meskipun berharap terjadi perbaikan berbagai aspek ekonomi, masyarakat menyadari bahwa pada tahun 2009 iklim bisnis masih tidak menentu dan tidak bisa diharapkan.

Lanjutkan membaca ‘2009, optimis / pesimis?’

23
Okt
08

Membuat off air di rimba belantara

R - Santri Gaul - Fazan Kegiatan non siaran (off air) tidak bisa lepas dari dunia radio. Tidak hanya radio yang bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk berpromosi, kita juga bisa mengajak sponsor untuk ikut berpartisipasi mempromosikan produknya dalam event off air.

Jika kebetulan kita menangani sebuah radio di daerah yang baru, sebelum merencanakan sebuah kegiatan, yang perlu kita lakukan pertama adalah melakukan survey terhadap pendengar kita. Melalui survey tersebut, diharapkan kita bisa mendapatkan gambaran kegemaran masyarakat setempat. Apakah mereka menyukai kegiatan hiburan, pendidikan, games, atau apa. Penelitian bisa dilakukan lebih mendalam dan lebih terinci, agar kita mendapatkan gambaran yang lebih sempurna, misalnya dengan mengajukan pertanyaan mengenai lokasi kegiatan yang disuka, pengisi acara yang seperti apa, tema kegiatan yang seperti apa dan lain sebagainya.

Lanjutkan membaca ‘Membuat off air di rimba belantara’

18
Sep
08

membuat iklan di radio

Sampai hari ini, biaya memasang iklan di radio masih yang paling murah dibandingkan dengan beriklan di televisi dan media cetak. Dengan budget yang tidak jauh berbeda, biaya untuk memasang satu spot iklan di televisi atau memasang satu iklan display di media cetak bisa digunakan untuk memasang berkali-kali penyiaran di radio.

Selain biaya yang lebih rendah, di Indonesia, terutama di daerah, radio masih bisa menjangkau lebih banyak telinga jika dibandingkan dengan televisi dan media cetak.

Kelemahannya, iklan radio tidak bisa memunculkan visualisasi dari produk yang diiklankan secara langsung. Yang bisa dilakukan adalah membangun visualisasi produk dalam theater of mind pendengar melalui penyampaian data yang deskriptif.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar iklan yang kita produksi bisa lebih efektif dalam membantu klien memperkenalkan produknya ke pendengar.

Lanjutkan membaca ‘membuat iklan di radio’

11
Sep
08

Share for Others

Akhirnya terlaksana juga niatan untuk berbagi. Dari sejumlah rencana berbagi pada sesama di sejumlah kota, di awal bulan puasa ini teman-teman di radio PASFM Surabaya beberapa waktu lalu melakukan pembagian sekitar 300 pax tajil di Plaza BRI Surabaya. Pembagian ditujukan kepada karyawan kantor yang pulang kerja, sehingga mereka bisa berbuka puasa sebelum sampai di rumah.

Kegiatan ini didukung oleh beberapa pengusaha Surabaya seperti Ria Restoran, Big Bakery, Merlyn Bakery, Jamu Iboe, AMDK Cheers, dan Kurma Lawang Agung.

Pembagian tajil tidak hanya dilakukan di perkantoran, rekan-rekan dari radio Yasika FM & Best FM Jogjakarta, PASFM & SASFM Solo, POPFM Bandung dan sejumlah radio yang lain juga ikut membagikan tajil di sejumlah mal dan nasi bungkus bagi saudara-saudara kita yang tidak mampu di jalanan agar mereka bisa ikut berbuka puasa.

Lanjutkan membaca ‘Share for Others’

29
Agu
08

Panen di bulan Ramadhan

jpeg

Ramadhan

Minggu terakhir bulan Agustus 2008, waktu terasa banyak tersita untuk mempersiapkan kegiatan dan acara radio selama bulan puasa, sehingga aktivitas menulis untuk blog ini pun jadi banyak berlobang.

Sama seperti tahun-tahun yang lalu, bulan Ramadhan selalu menjadi bulan penuh berkah, tidak hanya bagi umat Muslim tapi juga bagi industri periklanan termasuk media.

Lanjutkan membaca ‘Panen di bulan Ramadhan’

26
Jul
08

Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan

Banyak kesulitan yang dihadapi rekan-rekan pengelola radio dalam menggaet pengiklan. Selain susah mendapatkan pengiklan, radio juga dibenturkan pada posisi tawar yang lemah. Sehingga sering kali radio tidak bisa berbuat apa-apa jika pengiklan meminta fasilitas macam-macam dan menawar harga semurah mungkin.

Mengapa sebuah radio posisi tawarnya lemah dan tidak bisa menjadi pengendali penawaran harga?

Yang kita harus pikirkan adalah, siapa sebenarnya konsumen radio? Pengiklan atau pendengar? Jika kita telaah, yang menjadi konsumen sesungguhnya dari sebuah radio adalah pendengar kita. Sedangkan pengiklan akan secara otomatis menitipkan pesan promosinya jika radio kita memang memiliki banyak pendengar.

Dengan data jumlah pendengar yang kita miliki, pengiklan akan bisa menghitung efisiensi dan efektifitas menggunakan radio kita sebagai sarana promosi. Selain acara yang bagus dan jumlah pendengar yang banyak, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar proses selling menjadi lebih mulus.

Lanjutkan membaca ‘Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 573.244 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s

T o p P o s t s